Penguatan Kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto melalui Digitalisasi Pemantauan Kinerja, Kemitraan Kelembagaan, dan Edukasi Masyarakat

Authors

  • Muhammad Ali Equatora Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
  • Raditya Nanda Kurnia Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
  • Desta Pramudita Harimurti Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
  • Daffa Fajar Ramadhan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
  • Wahyu Wibowo Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmm.v3i3.426

Keywords:

Digitalisasi, Kemitraan, Pemasyarakatan, Reintegrasi

Abstract

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto membutuhkan instrumen pemantauan kinerja Pembimbing Kemasyarakatan (PK), dukungan lembaga mitra untuk pemberdayaan klien, serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang peran Bapas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan memperkuat layanan Bapas melalui empat program, yaitu pengembangan aplikasi Performance Tracker PK, penyusunan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas, Bapas Goes To School, serta Sharing Session Klien Inspirasi dan Nonton Bareng. Kegiatan berlangsung selama 50 hari dengan metode deskriptif partisipatif yang meliputi observasi, diskusi, identifikasi dokumen, asesmen, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya berupa aplikasi pemantauan berbasis dashboard dengan tiga indikator kinerja PK, dokumen kerja sama dengan dua lembaga mitra, edukasi preventif di dua sekolah menengah atas, serta forum interaksi antara klien, petugas, mitra, dan masyarakat. Capaian ini baru berupa luaran kegiatan karena perubahan kinerja, pengetahuan, dan penerimaan masyarakat belum diukur. Keberlanjutan program memerlukan integrasi data aplikasi, implementasi kerja sama, dan evaluasi lanjutan.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Arifah, S. S., Monica, D. R., & Siswanto, H. (2026). Analisis stigma negatif terhadap mantan narapidana sebagai faktor penghambat reintegrasi sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(3), 2738–2746.

Botvin, G. J., & Griffin, K. W. (2007). School-based programmes to prevent alcohol, tobacco and other drug use. International Review of Psychiatry, 19(6), 607–615. https://doi.org/10.1080/09540260701797753

Dimova, E. D., Roddick, K., Hunter, S. C., Delfmann, L., Morgan, A., McPherson, K., Currie, C., McAloney-Kocaman, K., McCann, B., & McKendrick, J. H. (2026). The application of Bronfenbrenner’s bio-ecological model in children and young people’s mental health research: A rapid review. Child Psychiatry & Human Development. https://doi.org/10.1007/s10578-026-02019-1

Elden, E. Y. S., Retnaningrum, D. H., & Wahyudi, S. (2026). Sinergi antar-lembaga dalam pembinaan keterampilan narapidana: Menjembatani lembaga pemasyarakatan dan balai pemasyarakatan dalam mendukung reintegrasi sosial. Soedirman Law Review, 8(1), 50–74. https://doi.org/10.20884/1.slr.2026.8.1.16140

Hafidz, R., Saragih, E. C. S., Equatora, M. A., & Anwar, U. (2025). Mengurangi stigma sosial: Optimalisasi peran Bapas dalam reintegrasi sosial melalui program “Bapas Goes to Village”. Masyarakat Berkarya: Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial, 2(1), 139–150. https://doi.org/10.62951/karya.v2i1.1183

LeBel, T. P. (2012). “If one doesn’t get you another one will”: Formerly incarcerated persons’ perceptions of discrimination. The Prison Journal, 92(1), 63–87. https://doi.org/10.1177/0032885511429243

Lewis, J. M., Baeza, J. I., & Alexander, D. (2008). Partnerships in primary care in Australia: Network structure, dynamics and sustainability. Social Science & Medicine, 67(2), 280–291. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2008.03.046

Moynihan, D. P., & Pandey, S. K. (2010). The big question for performance management: Why do managers use performance information? Journal of Public Administration Research and Theory, 20(4), 849–866. https://doi.org/10.1093/jopart/muq004

Nugroho, I. M. R. A., Putrawan, A. A., & Suasnawa, I. W. (2023). Digitalisasi laporan kinerja program studi dengan instrumen sembilan kriteria di Politeknik Negeri Bali. Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, 9(5), 482–488. https://doi.org/10.36002/jutik.v9i5.2642

Pager, D. (2003). The mark of a criminal record. American Journal of Sociology, 108(5), 937–975. https://doi.org/10.1086/374403

Pratidina, A. G., Muhammad, A., & Tando, C. E. (2022). Efektivitas peran bimbingan Bapas pada klien dalam mengurangi tindak pidana residivis di Bapas Kelas II Purwokerto. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 2977–2982. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/download/8672/6559/26921

Putri Tukan, C. A., & Hartiwiningsih. (2022). Peran Balai Pemasyarakatan dalam penerapan restorative justice terhadap penyelesaian perkara anak yang berkonflik dengan hukum berdasarkan sistem peradilan pidana anak (Studi kasus di Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang). Recidive: Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan, 11(2), 197. https://doi.org/10.20961/recidive.v11i2.67453

Randeniya, E. (2026). Influence of childhood environmental factors on prisoners: An ecological systems approach. Social Science and Humanities Journal, 9(12), 9650–9672. https://doi.org/10.18535/sshj.v9i12.2134

Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Santoso, W. (2023). Restorative justice dalam sistem pidana di Indonesia. Jurnal Yusthima, 3(1), 10–20. https://doi.org/10.36733/yusthima.v3i1.6577

Siallagan, A. S. J., Pahlevi, M. N. A., Hasibuan, S. A., Anwar, U., & Butar-Butar, H. F. (2025). Sosialisasi konsep reintegrasi sosial melalui kegiatan barista bagi klien pemasyarakatan kepada komunitas masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari, 2(5), 172–180. https://doi.org/10.59837/jpmm.v2i4.177

Uggen, C. (2000). Work as a turning point in the life course of criminals: A duration model of age, employment, and recidivism. American Sociological Review, 65(4), 529–546. https://doi.org/10.2307/2657381

Visher, C. A., & Travis, J. (2003). Transitions from prison to community: Understanding individual pathways. Annual Review of Sociology, 29, 89–113. https://doi.org/10.1146/annurev.soc.29.010202.095931

Wasito, D. R. (2019). Bimbingan klien di Bapas: Mengapa tidak efektif? (Studi kasus di Balai Pemasyarakatan Kelas II Bogor). Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(2), 165–177. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2019.v4i2.165-177

Downloads

Published

2026-10-26

How to Cite

Equatora, M. A., Kurnia, R. N., Harimurti, D. P., Ramadhan, D. F., & Wibowo, W. (2026). Penguatan Kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto melalui Digitalisasi Pemantauan Kinerja, Kemitraan Kelembagaan, dan Edukasi Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari, 3(3), 441–450. https://doi.org/10.59837/jpmm.v3i3.426

Issue

Section

Articles