Penguatan Kompetensi Abad 21 Siswa SD melalui Kurikulum Merdeka

Authors

  • Risma Hartati Universitas Quality Berastagi, Indonesia
  • Dr Rizki Maulida Universitas Quality Berastagi, Indonesia
  • Elisabeth Ruthana Lasmaria Sinaga Universitas Quality Berastagi, Indonesia
  • Enjel Monica Br Sinulingga Universitas Quality Berastagi, Indonesia
  • Novia Selinta Br Ginting Universitas Quality Berastagi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmm.v3i1.315

Keywords:

Kompetensi Abad 21, Kurikulum Merdeka, Siswa SD

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, implementasinya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penerapan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta menguatkan kompetensi abad ke-21 siswa di SD Negeri 6 Saitnihuta Pangururan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi pembelajaran, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi Kurikulum Merdeka, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, penerapan model pembelajaran aktif, pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), serta pendampingan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dalam pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Guru memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan karena membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Meskipun masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan pemanfaatan teknologi pembelajaran, kegiatan pengabdian ini secara umum berhasil memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Oleh karena itu, program pendampingan yang berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk mendukung optimalisasi implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi abad ke-21 siswa.

References

Arends, R. I. (2012). Learning to teach (9th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Fitriani, & Suryadi. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(2), 123–135.

Hattie, J. (2009). Visible learning: A synthesis of over 800 meta-analyses relating to achievement. London: Routledge.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan pembelajaran dan asesmen. Jakarta: Kemendikbudristek.

Pratiwi. (2021). Peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui model Problem-Based Learning pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(3), 200–210.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). Alexandria, VA: ASCD.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Zubaidah, S. (2016). Keterampilan abad ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (hlm. 1–17). Malang: Universitas Negeri Malang.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Hartati, R., Maulida, D. R., Sinaga, E. R. L., Sinulingga, E. M. B., & Ginting, N. S. B. (2026). Penguatan Kompetensi Abad 21 Siswa SD melalui Kurikulum Merdeka . Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari, 3(1), 57–65. https://doi.org/10.59837/jpmm.v3i1.315

Issue

Section

Articles