Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Pencegahan Dermatitis Kontak pada Pengrajin Batik Sukapura Kota Tasikmalaya

Authors

  • Nasfa Sabilatul ‘Ula Universitas Siliwangi, Indonesia
  • Dwi Sepriyanti Universitas Siliwangi, Indonesia
  • Moch Boby Satria Universitas Siliwangi, Indonesia
  • Arif Fauzan Universitas Siliwangi, Indonesia
  • Mohamad Fajar Septian Universitas Siliwangi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmm.v2i11.290

Keywords:

Dermatitis Kontak, Edukasi K3, Pengrajin Batik, Pengetahuan, Pencegahan

Abstract

Batik merupakan salah satu industri tradisional yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan bahan kimia yang dapat menyebabkan dermatitis kontak pada pekerja. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi faktor yang meningkatkan risiko tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengrajin batik terkait pencegahan dermatitis kontak serta menganalisis efektivitas edukasi K3 dalam meningkatkan pengetahuan tersebut. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test pada 30 pengrajin batik di Sukapura, Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi yang diberikan melalui metode ceramah dan media leaflet. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 49,57 menjadi 77,70 setelah edukasi. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,001). Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi K3 efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengrajin batik mengenai pencegahan dermatitis kontak. Edukasi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku kerja yang lebih aman.

References

Febriana, S. A., Erdina, Dewi, K., Ridora, Y., Anggraeni, A., Indrastuti, N., et al. (2023). Risk factors of occupational skin diseases among traditional batik manufacturing workers in Yogyakarta, Indonesia. BMC Research Notes, 16(1), 2. Diakses dari: https://bmcresnotes.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13104-022-06105-0

Febriana, S. A., Ridora, Y., Indrastuti, N., Dewi, K., Erdina, Oginawati, K., et al. (2023). Hazard identification and the prevalence of occupational skin disease in Indonesian batik workers. Scientific Reports, 13(1), 5231. Diakses dari: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10063566/

Hasanah, M., & Rifai, M. (2021). Hubungan personal hygiene dan penggunaan APD dengan keluhan dermatitis kontak pada pembatik warna sintetis di Giriloyo Kabupaten Bantul. HEARTY: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 9–20. Diakses dari: https://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/Hearty/article/view/4569

Mowad, C. M., Anderson, B., Scheinman, P., et al. (2016). Allergic contact dermatitis: Patient management and education. Journal of the American Academy of Dermatology, 74(6), 1043–1054. Diakses dari: https://www.jaci-inpractice.org/article/S2213-2198(20)30814-X/abstract

Hasanah, M., & Rifai, M. (2021). Hubungan personal hygiene dan penggunaan APD dengan keluhan dermatitis kontak pada pembatik warna sintetis di Giriloyo Kabupaten Bantul. HEARTY: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 9–20. Diakses dari: https://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/Hearty/article/view/4569

Mowad, C. M., Anderson, B., Scheinman, P., et al. (2016). Allergic contact dermatitis: Patient management and education. Journal of the American Academy of Dermatology, 74(6), 1043–1054. Diakses dari: https://www.jaci-inpractice.org/article/S2213-2198(20)30814-X/abstract

Prayogo, H., Koesyanto, H., Puspita, R., & Ariani, R. (2024). Hubungan pemakaian alat pelindung diri dengan kejadian dermatitis kontak pada pengrajin batik. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 4(1), 78–82. Diakses dari: https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/download/9658/973

Rahmadhani, E. F., Putri, V. Z., Purwitasari, S., et al. (2026). Pendampingan prosedur keselamatan kerja home industry batik di Kelurahan Sampangan, Kota Pekalongan. Jurnal Pustaka Mitra. Diakses dari: https://jurnal.pustakagalerimandiri.co.id/index.php/pustakamitra/article/view/1632

Srinivas, C. R., & Sethy, M. (2022). Occupational dermatoses. Indian Dermatology Online Journal, 14(1), 21–31. Diakses dari: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9910518/

Umborowati, M. A., et al. (2022). Implementation of education to batik workers about contact dermatitis in Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Indonesia. International Journal of Health Sciences, 6(S9). Diakses dari: https://sciencescholar.us/journal/index.php/ijhs/article/view/12764

Zack, B., Arrandale, V. H., & Holness, D. L. (2017). Preventing occupational skin disease: A review of training programs. Dermatitis, 28(3), 169–182. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28509714/

Downloads

Published

2026-05-23

How to Cite

‘Ula, N. S., Sepriyanti, D., Satria, M. B., Fauzan, A., & Septian, M. F. (2026). Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Pencegahan Dermatitis Kontak pada Pengrajin Batik Sukapura Kota Tasikmalaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari, 2(11), 550–557. https://doi.org/10.59837/jpmm.v2i11.290

Issue

Section

Articles