Pelatihan Monitoring Terumbu Karang untuk Mendukung Pengembangan Ekowisata dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmm.v2i9.255Keywords:
terumbu karang, monitoring, ekowisata, masyarakat pesisir, ekonomi berkelanjutanAbstract
Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang tinggi, terutama sebagai penopang kegiatan ekowisata bahari. Pulau Barrang Caddi di Kota Makassar merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi terumbu karang sebagai daya tarik wisata, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya diimbangi dengan upaya pengelolaan dan monitoring yang berkelanjutan. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir dalam melakukan monitoring terumbu karang menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap menurunnya kualitas ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir Pulau Barrang Caddi melalui pelatihan monitoring terumbu karang guna mendukung pengembangan ekowisata dan peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelatihan teori, praktik lapangan monitoring terumbu karang, serta evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan monitoring terumbu karang secara sederhana dan partisipatif. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya pemanfaatan data monitoring sebagai dasar pengelolaan ekowisata berbasis konservasi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian terumbu karang sekaligus meningkatkan peluang ekonomi melalui pengembangan ekowisata berkelanjutan di wilayah pesisir Kota Makassar.
References
Adrianto, L., Matsuda, Y., & Sakuma, Y. (2004). Assessing sustainability of fisheries systems in a developing country. Environmental Development and Sustainability, 6(3), 381–402.
Anthony, K. R. N., Helmstedt, K. J., Bay, L. K., et al. (2020). Interventions to help coral reefs under global change—A complex decision challenge. PLOS ONE, 15(8), 1–19.
Burke, L., Reytar, K., Spalding, M., & Perry, A. (2012). Reefs at Risk Revisited. Washington, DC: World Resources Institute.
COREMAP. (2014). Pengelolaan Terumbu Karang Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Danielsen, F., Burgess, N. D., Jensen, P. M., & Pirhofer-Walzl, K. (2021). Environmental monitoring: The scale and speed of implementation varies according to the degree of peoples’ involvement. Journal of Applied Ecology, 58(1), 1–8.
English, S., Wilkinson, C., & Baker, V. (1997). Survey Manual for Tropical Marine Resources. Townsville: Australian Institute of Marine Science.
Global Coral Reef Monitoring Network (GCRMN). (2021). Status of Coral Reefs of the World: 2020. Global Coral Reef Monitoring Network Report.
Goodwin, H. (2011). Taking Responsibility for Tourism. Oxford: Goodfellow Publishers.
Honey, M. (2008). Ecotourism and Sustainable Development: Who Owns Paradise? (2nd ed.). Washington, DC: Island Press.
Moberg, F., & Folke, C. (1999). Ecological goods and services of coral reef ecosystems. Ecological Economics, 29(2), 215–233.
Scoones, I. (1998). Sustainable rural livelihoods: A framework for analysis. IDS Working Paper, 72, 1–22.
Spalding, M. D., Ravilious, C., & Green, E. P. (2001). World Atlas of Coral Reefs. Berkeley: University of California Press.
Stronza, A., & Gordillo, J. (2008). Community views of ecotourism. Annals of Tourism Research, 35(2), 448–468.
Wearing, S., & Neil, J. (2009). Ecotourism: Impacts, Potentials and Possibilities. Oxford: Butterworth-Heinemann.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Is Arianto Pratama, Muhammad Imran Lapong, Sri Hutami Adiningsih S, Andi Caezar To Tadampali, Ratnah S

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









