Pengaruh Anak Broken Home Terhadap Minat Belajar dan Perilaku Anak di SD Santo Antonius VI Medan
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmm.v1i4.23Keywords:
dampak broken home, minat belajar, motivasiAbstract
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang terdiri dari orang- orang yang saling berhubungan. Dalam keluarga anak didik mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, hal yang pantas dan tidak pantas, serta nilai-nilai luhur lainnya. Orang tua mempunyai peranan penting dalam perkembangan anak. Baik perkembangan kognitif, afektif maupun psikomotor anak. Sebab orang tua yang pertama kali memberikan pendidikan kepada putra-putra putrinya. Merekalah guru pertama yang dimiliki seorang anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif; Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan, melalui deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, dalam setting alam tertentu, dan melalui penggunaan berbagai metode alam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan siswa yang tumbuh di lingkungan Keluarga Broken Home cenderung kurang mendapat perhatian dan sokongan keluarga dalam Pendidikan mereka. Sehingga anak-anak kurang termotivasi dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dari segi siswa yang terlambat masuk sekolah, tidak mengerjakan PR, tidak menyelesaikan tugas di sekolah dengan serius, dan tidak acuh dalam proses pembelajaran dan suka menganggu teman di dalam kelas.
References
Annisa, R. (2015). Dampak Keluarga Broken Home terhadap Minat Belajar Siswa. from Jurnal: http://digilib.unila.ac.id/10060/.
Dalyono, M. (2001). Psikologi Pendidikan. Bandung: Rineka Cipta.
Darmawan, R. (2015). Pengaruh Minat Belajar dan Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Kelas Tinggi SD Negeri 01 Wonolopo Tahun Ajaran 2014/2015. from Jurnal: http://eprints.ums.ac.id/3550 .
Gooden, W. J. (1983). Sosiologi Keluarga. Jakarta: PT Bina Aksara.
Helawati. (2004). Pendidikan Keluarga: Teoritis-Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Istarani & Pulungan, I. (2016). Ensiklopedi Pendidikan Jilid 1. Medan: Larispa.
Mattix, E. R. (1958). A study of the relationships between the broken home and the school. From Jurnal: https://scholarworks.umt.edu/etd/5994 .
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Setiadi. (2008). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Slameto. (2015). Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suprapti, Z. (2014). Mengatasi Kenakalan Remaja Pada Siswa Broken Home Melalui Konseling Realita di SMA Negeri 4 Pekalongan. from Jurnal: (http://lib .unnes.ac.id)
Swastika, I. (2015). Resiliensi Pada Remaja Yang Megalami Broken Home. from Jurnal: http://publication.gunadarma.ac.id.
Willis, S. S. (2015). Konseling Keluarga (Family Counseling). Bandung: Alfabeta.









