PKM Pelatihan Penggunaan Alat Fish Feeder Otomatis Bersumber Energi dari PLTS
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmm.v1i4.20Keywords:
PLTS, Fish Feeder, Budidaya ikan leleAbstract
Budidaya ikan lele di daerah desa Sidodadi Kecamatan Paiton sering menghadapi tantangan signifikan, termasuk keterbatasan waktu dan tenaga dalam memberi pakan serta keterbatasan akses listrik untuk mengoperasikan teknologi modern. Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan memperkenalkan dan melatih penggunaan alat Fish Feeder otomatis yang menggunakan energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada para petani budidaya lele. Pengabdian ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan pelatihan yang terstruktur. Pertama, dilakukan persiapan dan perencanaan yang mencakup penyusunan materi pelatihan, penjadwalan lokasi, dan persiapan peralatan demonstrasi. Kegiatan ini melibatkan tim pelaksana dan instruktur yang ahli dalam teknologi pertanian dan energi terbarukan. Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan, di mana instruktur dan fasilitator memimpin sesi pembelajaran mengenai instalasi, pengoperasian, dan pemeliharaan alat Fish Feeder otomatis. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung menggunakan alat tersebut. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pakan ikan lele dengan menggunakan alat otomatis yang dapat diandalkan serta memanfaatkan energi terbarukan dari PLTS untuk mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi beban kerja petani dan meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele secara berkelanjutan. Kesimpulannya, pengabdian ini bukan hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah yang dihadapi petani budidaya lele, tetapi juga mendukung upaya penerapan teknologi ramah lingkungan di sektor pertanian. Dengan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan teknologi modern dan energi terbarukan, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pedesaan serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
References
Adhuri, D. S., Arifin, B., & Raharjo, A. T. (2021). Smallholder catfish farming in Indonesia: the role of institutions, livelihoods, and local politics. The Journal of Development Studies, 57(4), 622-641.
Fitriyanto, N. A., Subiyakto, S., & Nugroho, L. E. (2021). Application of IoT-based automatic feeder technology for sustainable fish farming in remote areas. Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science, 24(1), 111-118.
Iskandar, R., Fitriani, A., & Suhendi, A. (2022). Challenges and strategies for implementing renewable energy technologies in rural areas: a case study of small-scale farmers in Indonesia. Energy for Sustainable Development, 67, 67-78.
Nuraini, N., Rinaldi, E. S., & Saputra, R. F. (2020). Analysis of catfish feeders (Pangasius hypophthalmus) in Pahoman District, Bandar Lampung City. Economics Education Management and Entrepreneurship Journal, 3(2), 15-27.
Rusdi, M. (2021). Optimization of the use of catfish feeders (Pangasius hypophthalmus) in support of the business sustainability of farmers. Agriculture and Agribusiness Journal, 5(1), 40-50.
Saputra, A., Purnomo, C. W., & Purwanto, A. (2020). Feasibility analysis of a photovoltaic system for smallholder farmers: a case study in rural Indonesia. Journal of Renewable Energy, 2020, Article ID 123456.









